Cerita Ngentot Ariel Tatum di Tempat Syuting

Payudara Ariel Tatum terlihat bagus

Waktu itu, masih terbilang pagi. Tapi aku sudah standby dengan aktivitas seksualku. Tidak lain karena sepasang pakaian dalam Ariel Tatum yang tertinggal di rumahku, dan sekarang menjadi pembangkit nafsuku.

Aku yang waktu itu sedang tiduran di kasur kamarku, sudah tidak lagi bercelana. Barang kebanggaanku sudah berdiri dengan tegaknya. Celana dalam Ariel Tatum yang menjadi objek onaniku, sudah tergeletak diatas hidung dan mulutku. Sedangkan aku masih sibuk membalas chat Ariel Tatum.

"Jangan disebarin ya chan" begitulah isi pesan singkat yang dikirimkan Ariel Tatum kepadaku.

"Ya nggak lah Ariel... masa iya aku ngomong ke orang-orang kalau kamu lagi pakai celana dalamku... kan gak lucu hehe" balasku.


"Hehe iya sih... tapi bukan itu maksudku, tapi filenya.." balasnya.

Filenya? File apa? Tiba-tiba aku teringat jika kemarin aku merekamnya ketika mandi di sumur dekat pantai. Apakah file tersebut yang dia maksud? Apakah dia tahu kalau aku merekamnya?

"File apa Ariel?" tanyaku penasaran.

"File foto-foto waktu kita di pantai chan" balasnya.

Aku cukup lega. Ternyata bukan video tersebut yang dia maksud. Berarti dia memang tidak menyadari kalo aku merekamnya.

"Oh oke Ariel, aman kok hehe" balasku.

"Soalnya aku malu cuma pake baju kayak gitu chan" balasnya.

Malu? Ariel Tatum malu pakai baju seperti itu? Lalu kenapa dia tidak malu untuk mandi di sumur kemarin? Kenapa Ariel Tatum tidak malu untuk memakai baju serba menampakkan aurat bahkan tanpa pakaian dalam di depanku? Aku benar-benar tidak mengerti tingkah lakunya tersebut.

Namun aku tidak ada waktu untuk memikirkan keanehan sifat Ariel Tatum tersebut. Karena sekarang ini aku sedang ada yang harus dilakukan. Ya, apalagi kalau tidak melanjutkan onaniku. Penisku sempat melemas, tapi ketika aku teringat kalau aku masih punya video rekaman Ariel Tatum, penisku kembali ke kondisi terbaiknya. Segera saja kusetel video rekaman tersebut.

Ternyata hasil rekamanku cukup jelas dan tepat menyorot Ariel Tatum dan aktivitasnya. Di awal video, Ariel Tatum masih mengenakan bajunya. Dia terlihat was-was. Sesekali dia melihat ke sekitar, mungkin untuk memastikan benar-benar tidak ada orang di sekitar situ. Dia juga sering melihat ke arahku. Apakah pada saat itu dia menyadari aku merekamnya? Kalau memang dia melihat kamera hapeku sedang menyorotnya, kenapa dia tidak menegurku? Dia malah melanjutkan aktivitasnya begitu saja. Mungkin dia benar-benar tidak tahu kalau kamera hapeku sedang merekamnya.

Dengan membelakangiku, dia melepas tanktopnya dengan sekali tarikan ke atas melalui kepalanya. Dia melemparkan begitu saja tanktopnya ke lantai sekitar sumur. Setelah itu, kedua tangannya mulai mencari-cari kait bra dipunggungnya. Dengan mudah, dia melepas kait tersebut dan meloloskan kain penutup dada tersebut lewat lengannya. Sekarang aku dapat melihat kulit punggungnya yang putih mulus tanpa cacat yang kemarin sempat aku sentuh dan merasakan kehalusannya.

Sekarang dia mulai memegang pinggiran celananya. Dengan sekali tarik juga, Ariel Tatum langsung melepas celana pendek beserta celana dalamnya sekaligus. Otomatis dia menunggingkan badannya. Dengan begitu, bongkahan pantat nan indah milik Ariel Tatum terpampang dengan indahnya. Ketika Ariel Tatum berusaha meloloskan celana lewat ujung kakinya, tubuhnya semakin membungkuk, sehingga lubang kemaluaannya samar-samar terlihat dari celah antara kedua bongkahan pantat.

Sekarang Ariel Tatum benar-benar polos, telanjang bulat, di tempat yang sangat terbuka. Entah bagaimana perasaannya saat itu.


Selanjutnya dia mulai menurunkan ember ke dalam sumur. Lantas dia mulai menarik tali sumur tersebut agar dapat menaikkan ember yang sudah terisi air. Sumur tersebut tidak terlalu dalam, sehingga Ariel Tatum tidak terlalu kesulitan menarik ember tersebut. Setelah ember berisi ember tersebut terangkat, lantas dia langsung mengguyur tubuhnya dengan seember air tersebut. Dengan tetap membelakangiku, lantas dia mulai menggosok tubuhnya.

Namun ada yang aneh. Ariel Tatum terlihat lama sekali menggosok bagian depan tubuhnya. Aku hanya melihat tubuhnya sedikit berguncang, terutama pantatnya. Tiba-tiba dia menoleh kearahku. Mungkin dia hanya mengecek apakah aku mengintipnya atau tidak. Dia hanya memalingkan kepalanya sebentar. Namun pada saat memalingkan kepala tersebut, tubuhnya juga ikut berputar. Dari situlah aku dapat melihat posisi tangannya. Tangan kirinya berada di payudaranya dan tangan kanannya berada di daerah selangkangannya. Dua area itulah yang dari tadi dijangkau oleh kedua tangannya. Apakah Ariel Tatum sedang masturbasi? Pikiran kotor itulah yang terlintas di otakku. Kalau bukan masturbasi, kenapa dia begitu lama menggosok area sensitif tubuhnya tersebut?

Meskipun Ariel Tatum yang dulu kukenal sebagai cewek yang polos, tidak heran jika ternyata Ariel Tatum suka bermasturbasi. Mengingat tingkah laku aneh dia belakangan ini yang sering aku lihat. Mulai dari mempertontonkan aurat, jarang memakai pakaian dalam, hingga tidur sambil bertelanjang. Namun apa yang sedang dia perbuat dalam video ini benar-benar kelewat nekat. Tidak cuma berani bertelanjang bulat di tempat terbuka, kini dia malah berani memainkan alat vitalnya juga.

Dan benar, Ariel Tatum memang benar-benar sedang bermasturbasi. Karena yang dia lakukan selanjutnya adalah dia membungkukan badan, bertumpu pada bibir sumur dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya tetap berada di daerah selangkangannya yang kini sudah agak direngangkan karena Ariel Tatum sedikit melebarkan jarak kedua kakinya. Sehingga dari belakang, aku dapat melihat jari-jari tangannya bergerak maju-mundur diantara kedua pahanya. Namun kulihat jari-jari tersebut hanya bergerilya di daerah luar vaginanya saja. Dia tidak memasukkan jari-jarinya kedalam lubang kenikmatannya tersebut. Apakah Ariel Tatum masih perawan? Tentu saja aku berharap Ariel Tatum masih perawan dan suatu saat nanti aku yang akan memperawaninya. Tentu setelah aku mempersuntingnya, karena prinsipku sampai saat ini adalah jangan sampai melakukan seks diluar nikah. Oh tidak, aku malah mulai membayangkan kalau aku sedang menyetubuhi Ariel Tatum.

Namun masih ada pertanyaan yang mengganjal di benakku. Kenapa dia bermasturbasi? Aku memang tidak tahu apa yang dapat memicu hasrat cewek untuk melakukan masturbasi. Kalau aku melakukan onani pada saat itu, adalah wajar. Karena nafsuku memuncak setelah melihat tubuh seksi Ariel Tatum, sehingga aku terpaksa harus meluapkannya. Tetapi apakah Ariel Tatum juga nafsu gara-gara melihat tubuhku? Ah tuh kan, aku mulai ge-er. Tubuhku saja tidak ada bagus-bagusnya sama sekali. Lalu, apakah gara-gara setelah kusentuh punggungnya? Mungkin saja. Tetapi jika kusentuh punggungnya saja nafsunya menjadi bangkit, bagaimana kalau aku sentuh bagian terlarangnya? Mungkin yang ada hanyalah tamparan yang mendarat dipipiku.

Sesaat kemudian, Ariel Tatum mempercepat gerakan tangannya pada vaginanya. Kepalanya menengadah ke atas, sedangkan tangan kirinya menutupi mulutnya. Sudah pasti dia menahan suara desahan agar tidak terdengar oleh siapapun.

Dan video tersebut selesai sampai disitu. Padahal aku belum sempat melihatnya orgasme. Atau Ariel Tatum sudah mengalami orgasme ketika dia menutup mulutnya? Ah tetap saja aku tidak bisa melihat wajah cantiknya ketika menikmati puncak kenkmatan tersebut. Dan akhirnya aku pun mengalami ejakulasi. Kutumpahkan semua spermaku ke celana dalam Ariel Tatum.

Ariel Tatum yang sekarang memang berbeda dengan Ariel Tatum yang kukenal pada saat SMA. Dulu, aku mengenal Ariel Tatum sebagai cewek yang cendrung pendiam. Meskipun dia termasuk cewek populer di sekolah, dia lebih suka bergaul dengan teman-temanku yang kutu buku. Penampilannya pun selalu sopan. Bahkan aku lebih sering melihat dia memakai pakaian tertutup lengkap dengan jilbab ketika kami les di salah satu bimbel dekat sekolahku. Namun ternyata dibalik penampilannya tersebut ternyata memiliki kebiasaan yang cenderung aneh untuknya. Dimulia dari seringnya dia tanpa memakai pakaian dalam, tidur dalam kondisi telanjang, hingga bermasturbasi. Mungkin banyak juga cewek yang terlihat alim pernah melakukan masturbasi, namun jarang atau malah mungkin tidak ada yang segila Ariel Tatum. Bagaimana tidak, dia masturbasi dengan kondisi telanjang bulat, berada di tempat terbuka, dan di depannya ada seorang lawan jenis yang bisa saja akan memperkosanya kalau melihat dia dalam kondisi seperti itu. Entah kebiasaan-kebiasaan ini sudah sejak lama Ariel Tatum lakukan atau baru akhir-akhir ini saja. Yang jelas Ariel Tatum yang sekarang berbeda dengan Ariel Tatum yang kukenal dulu.

****
2 minggu sudah berlalu. Selama itu aku tetap menjaga komunikasi dengan Ariel Tatum. Selama itu pula kuisi hari-hari tersebut dengan memuputar ulang video rekaman Ariel Tatum berkali-kali, bahkan sering juga kuputar di layar LCD TV yang ada di ruang tengah rumah kontrakanku. Sedangkan 2 pasang pakaian dalam Ariel Tatum sudah berulang kali menjadi 'wadah' semprotan pejuku secara bergantian, namun pastinya benda tersebut akan langsung kucuci bersih setelah kugunakan.

Hari itu, Ariel Tatum memberitahuku kalau dia ingin memindahkan barang-barang yang ada di kos lamanya ke tempatku. Aku memang menawarkan untuk sementara menyimpan barang-barang tersebut ke rumahku selama Ariel Tatum belum mempunyai tempat kos baru.

"Barangnya muat kalo dimasukin mobil kan Ariel?" tanyaku ketika dalam percakapan telepon saat itu.

"Muat kok chan, paling yang banyak cuma pakaian doang." jawabnya.

"Yaudah nanti bawanya pake mobilku aja." kataku.

"Emang kamu ada mobil?" tanyanya.

"Gak ada sih hehe.... nanti aku pinjem temenku.." jawabku.

"Serius kamu mau ke **** buat ngambil barang-barangku?" tanyaku.

"Buat jemput kamu sekarang aja aku mau kok hehe" kataku.

"Kamu kok baik banget sih chan.... yaudah deh kamu besok langsung ke **** aja. Besok kita ketemuan disana..." katanya.

"Kamu gak mau sekalian aku jemput Ariel?" tanyaku.

"Gausah chan... kasihan kamunya. Ketemu disana aja... oke?" katanya.

"Oke deh..."

Besoknya, aku langsung meluncur dengan sebuah mobil rental. Ya, terpaksa aku menyewa mobil rental, karena temanku tidak mau meminjamkan mobilnya. Namun tak apa lah, demi Ariel Tatum aku rela melakukan apapun.

Perjalanan ke kota **** sendiri membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Belum lagi untuk mencari alamat yang diberikan Ariel Tatum. Namun semua itu terbayar ketika aku melihat Ariel Tatum berdiri di depan kosnya untuk menyambutku. Senyuman terpancar diwajahnya. Senyum manis yang selama 2 minggu ini kurindukan. Dia terlihat begitu cantik dan anggun dengan baju lengan panjang berkancing, sebuah jilbab dan rok panjang. Kontras sekali dengan Ariel Tatum yang kulihat dalam video yang sering kutonton. Ingin sekali waktu itu aku langsung memeluk Ariel Tatum dan mencium bibir mungilnya selayaknya sepasang kekasih yang beru bertemu setelah terpisah cukup lama. Tapi siapa aku, aku bukanlah siapa-siapa bagi Ariel Tatum.

Begitu aku turun dari mobil, yang kubayangkan tiba-tiba menjadi kenyataan. Ya, tiba-tiba saja Ariel Tatum memelukku. Meski tidak disertai ciuman, tetap saja aku dapat merasakan dekapan Ariel Tatum. Payudaranya terasa begitu kenyal menekan dadaku. Serta bau harum tubuhnya, seketika membuat penisku bereaksi. Entah kenapa jika aku melihat tubuh Ariel Tatum baik secara langsung maupun lewat foto, mataku seolah-olah dapat menembus pakaian yang dipakainya. Meskipun pakaiannya sangat tertutup sekalipun.

"Ih..... kangen banget deh sama kamu chan... hihihi" katanya ketika memelukku dengan gemasnya.

"Masa sampe segitunya sih Ariel... haha " jawabku. Padahal sebenarnya aku merasakan kerinduan yang sama.

"Yuk masuk... kebetulan aku lagi packing-packing.... kan bisa sekalian bantuin hehehe" ajaknya.

Ketika aku masuk kedalam, beberapa barangnya sudah dikemas dan siap diangkut.

"Hmmmm... kamu mau istirahat dulu atau mau langsung bantuin aku chan? hehe" tanyanya.

"Langsung aja gak apa-apa kok..." jawabnya.

Singkat cerita, semua barang-barang Ariel Tatum sudah masuk ke dalam mobil. Namun setelah itu kami tidak langsung berangkat ke ****. Ariel Tatum sempatkan mengajakku untuk jalan-jalan berkeliling kota **** terlebih dahulu. Barulah pukul 9 malam kami baru berangkat ke kota ****.


"Duh chan... udah malem gini... kamu gak papa nyetir malem-malem gini?" tanyanya.

"Ya mau gimana lagi Ariel..." jawabku.

"Apa kita nginep dulu semalam?" tanyanya.

"Nginep dimana? masa balik lagi ke kosmu yang lama.." tanyaku.

"Hmmm.... gimana kalau ke hotel aja?" ajaknya.

"Kita sekamar?" tanyaku. Aku mulai berpikir yang aneh-aneh.

"Ya nggak lah.... 2 kamar... kita kan belum muhrim..." jawabnya.

"Hmmm.... gausah aja deh... langsung pulang aja..." jawabku semerta-merta karena menyesal gagal tidur sekamar dengan Ariel Tatum.

"Kamu yakin?" tanyanya.

"Yakin Ariel... nanti kalau capek tinggal berhenti aja..." jawabku.

Akhirnya kami langsung meluncur ke kota ****. Walaupun sebenarnya aku merasa capek dan ngantuk sekali waktu itu.

Di tengah perjalanan melewati tol, aku melihat Ariel Tatum yang duduk di sebelahku gelisah.

"Kamu kenapa Ariel? ACnya kedinginan ya?" tanyaku.

"Mmmm.... anu chan... aku kebelet pipis..." jawabnya.

"Duh... mau pipis dimana? rest area masih jauh Ariel..." kataku.

"Aduuuh... udah gak kuat chan.... berhenti disini aja chan..." katanya merengek.

"Hah? kamu mau pipis dipinggir jalan? jalanannya kan lagi rame Ariel..."

"Gakpapa chan.... nanti ditutupin mobil.... gak kliatan kok dari jalan..."

"Yaudah terserah kamu deh... tapi kalo ada yang ngeliat kamu, aku gak tanggung jawab lho..." kataku.

"Iya gak papa... tapi kamunya jangan ngliatin aku nanti..." katanya.

Kupinggirkan mobil di bahu jalan yang sedikit menerima cahaya lampu, sehingga setidaknya tidak ada yang menyangka kalau ada cewek kencing di sebelah mobilku. Setelah berhenti, Ariel Tatum langsung menyabet tisu di dashboard dan buru-buru keluar mobil. Dan tanpa menutup pintu, Ariel Tatum memulai aktivitasnya disamping mobil. Sesuai janjiku, aku tidak akan mengintip aktivitas Ariel Tatum tersebut. Jadi aku hanya bisa membayangkan apa yang sedang dilakukan Ariel Tatum.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba ada lampu yang menyorot dari arah belakang. Ya, ada mobil yang berjalan pelan mengarah ke belakang mobil kami! Aku pun mulai panik.

"Ariel.... udah Ariel?" tanyaku.

"Belum chan... dikit lagi..." katanya.

"Cepetan ya Ariel... kayaknya ada mobil yang mau berhenti di belakang kita..."

Belum sempat Ariel Tatum masuk lagi ke mobil, mobil tersebut sudah berhenti tepat dibelakang mobil kami. Kulihat dari spion, mobil tersebut adalah mobil patroli jalan tol. Aku mulai panik ketika supir mobil tersebut turun dan menghampiriku. Untung saja ketika orang tersebut semakin mendekat, Ariel Tatum sudah kembali masuk ke mobil.

"Selamat malam pak... ada yang bisa kami bantu?" tanya petugas jalan tol setelah mengetuk kaca pintu mobilku.

"Malam.... eee... gak ada pak... saya barusan cuma lagi angkat telepon.." jawabku mengelak.

"Oh yasudah kalau gitu... lain kali mohon hidupkan lampu hazard kalau berhenti ya pak.." kata petugas tersebut.

"Iii...iya... baik pak..." jawabku.

"Selamat malam.."

"Malam..."

Dan petugas tersebut kembali ke mobilnya. Dan berlalu meninggalkan kami.

"Fiuh... hampir saja... kamu udah selesai kan pipisnya?" tanyaku ke Ariel Tatum.

"Ee.. udah sih, tapi....." jawab Ariel Tatum sambil menunjukkan benda yang ada di tangannya, yang tidak lain adalah celana dalamnya.

"Lho... kok gak dipake lagi?" tanyaku.

"Tadi buru-buru.... belum sempet dipake lagi chan..." jawabnya.

"Trus gimana? mau dipake dulu?" tanyaku.

"Hmmm.... gausah deh... langsung aja...." katanya.

"Kamu serius?" tanyaku.

"Iya gakpapa... udah biasa kok... eh!" jawabnya yang sepertinya keceplosan ngomong kalau dia sudah biasa tidak memakai celana dalam.

"Yaudah kalau menurutmu gak papa... tapi itumu jangan ditaruh situ juga... aku kan jadi gak konsen..." kataku memprotes Ariel Tatum yang seenaknya menaruh celana dalam di dashboard mobil.

"Eh... maaf-maaf hehehe.. kan cuma celana dalam... kok bisa gak konsen? Lagian kamu pasti udah pernah liat cdku yang ketinggalan di rumah kamu..." jawabnya.

"Gak cuma cdnya aja Ariel.... masalahnya di sampingku sekarang juga ada cewek yang lagi gak pake cd..." kataku.

"Iihh... kamu lagi gak mikir yang macem-macem kan chan? mentang-mentang aku gak pake cd..." tanyanya kesal.

"Hehehe... sorry-sorry.... becanda aja kok..." kataku.

Kami pun melanjutkan perjalanan. Sialnya, setelah keluar tol malah kami terjebak macet. Sepertinya ada kecelakaan yang membuat jalanan macet di depan kami. Sekali lagi aku melihat Ariel Tatum gelisah.

"Kamu kenapa lagi Ariel? pengen pipis lagi?" tanyaku.

"Gak kok chan..."

"Tapi kenapa kamu gelisah gitu?"

"Eeee.... anu chan... anu..... duh... aku malu ngomongnya....." katanya.

"Ngomong aja... kalau mau pipis lagi tak turunin disini aja... biar ditonton sama orang banyak... hehehe" candaku.

"Iihh.... bukan pipis... tapi..." katanya.

"Tapi apa? kamunya aja ngomongnya gak jelas..."

"Iiihhh... kamu pernah gak sih pake celana tapi gak pake cd?" tanyanya.

"Hmmmm... pernah waktu kecil dulu..." jawabku.

"Tau kan rasanya gak pake cd?" tanyanya.

"Hmmm.... gak tau... udah lupa rasanya... emang gimana rasanya? hehe" jawabku bercanda.

"Iiiihh... kamu tuh... masa gak nyambung-nyambung sih..." katanya gemas.

"Emang gimana rasanya Ariel?" tanyaku pura-pura polos.

"Oke aku ngomong... tapi kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya...!" katanya.

"Emang gimana?" tanyaku.

"GELI TAU!!! PUAS?!" teriaknya.

"Hahahaha.... gelinya geli-geli enak atau gimana?" tanyaku.

"Tuh kan! Kamu mikir yang aneh-aneh!" katanya sambil memukul-muku pundakku.

"Aduuh... maaf-maaf... lagian suruh siapa kamu gak pake cd.... trus gimana? mau dipake cdmu?"

"Iyaa.. pengennya sih dipake... tapi mau dimana makenya?" katanya.

"Yaudah sih, dipake disini aja... gak kliatan kok kalo dari luar..." jawabnya.

"Gak kliatan dari luar tapi kamunya yang liat!" jawabnya ketus.

"Ya mau gimana lagi... kita lagi ditengah-tengah macet ini lho...." jawabku.

"Aku pindah belakang aja..." katanya.

"Yaudah..." jawabku.

Ariel Tatum pun mulai beranjak dari kursi depan dan hendak melompat ke kursi tengah. Namun karena dia memakai rok panjang, dengan terpaksa dia mengangkat sedikit ujung roknya.

"Awas ngangkatnya jangan tinggi-tinggi... nanti kliatan loh...." kataku.

"Chandra! Plis deh!" teriaknya.

Akhirnya dengan susah payah Ariel Tatum berhasil sampai ke kursi belakang, dan sekarang duduk tepat di belakang jokku.

"Awas ya kalau kamu ngintip...!" katanya.

"Iya iya... " jawabku.

"Itunya! adepin kesana!" katanya sambil menunjuk spion tengah.

"Yaelah... sampai segitunya Ariel..." jawabku sambil memutar arah spion tengah tersebut.

Beberapa saat kemudian, Ariel Tatum tak kunjung kembali ke kursi depan.

"Udah Ariel?" tanyaku.

"Udah" jawabnya.

"Kok gak balik lagi ke depan?" tanyaku.

"Gak mau! aku lagi males sama kamu!" jawabnya ketus.

"Yaudah..." jawabku.

Kami melanjutkan perjalanan kami. Sepanjang perjalanan, kami pun tidak sedikit pun ngobrol. Dan pada saat itulah aku menyadari kalau kami sudah semakin akrab saja. Bahkan sampai membuat Ariel Tatum ngambek seolah-olah kami adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Entah setan apa yang merasukiku tadi sehingga bisa menggoda Ariel Tatum perihal celana dalamnya itu.


Sekitar jam setengah 2 dini hari, kami akhirnya tiba.

"Ariel, udah sampe nih" tanyaku.

Namun Ariel Tatum tidak menjawab. Dan setelah aku melihatnya, ternyata Ariel Tatum tertidur dengan pulasnya. Dia masih terlihat cantik meskipun dengan kondisi tertidur seperti itu. Tapi ada yang aneh. Di tangannya, Ariel Tatum masih mengenggam celana dalamnya. Lalu ngapain aja Ariel Tatum dari tadi di belakang? Bukannya dia bilang ingin memakai celana dalamnya? Lalu kenapa celana dalamnya masih dipegangnya?

Ariel Tatum baru saja selesai mandi pagi, tubuhnya kini terasa segar. Senin pagi ini ia harus menemui pak benny ketua jurusan fakultas hukum di kampusnya. Dia berusaha memakai pakaian serapih mungkin, diluar kebiasaanya setiap ke kampus yg selalu memakai pakaian casual. Ariel Tatum sudah menduga cepat atau lambat ia akan dipanggil oleh fihak kampus berkaitan dengan gambar gambarnya yg dimuat di subuah majalah khusus pria.

Biaya kuliah saat ini sangat mahal, apalagi usaha orang tuanya agak tersendat sehingga otomatis aliran uang pun tersendat. Beruntung seorang kawan menawarinya pekerjaan menjadi model di sebuah majalah khusus pria dewasa, syaratnya tentu saja harus berani tampil hot.
Ariel Tatum XXX menerima tawaran itu dan gambarnya pun kerap menghiasi majalah pria dewasa, uang yg diterima nya pun cukup lumayan. Namun meski begitu, tetap saja penghasilannya belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan hidup dan kuliahnya , oleh karena itu di waktu luang ia juga menjadi "escort".

Ariel Tatum bercermin untuk terakhir kalinya, mengagumi tubuhnya sendiri, rambut panjang , body ideal dan buah dada yg membanggakan. Lisa tak pernah memakai make up berlebih , ia mempunyai kecantikan alami , kecantikan yg banyak membuat mata para lelaki terbelalak. hari ini lisa sengaja memakairok hitam diatas lutut dan blouse putih yg ketat mencetak buah dadanya.

DIa tiba di ruang ketua jurusan sedikit terlambat akibat macet. Ariel Tatum mengetuk pintu dan masuk , ia sedikit terkejut karena selain pak benny , disana ada pak lukas pembantu rektor, dan pak aris dosen di fak hukum. di meja kerja pak benny tergeletak majalah dewasa yg memuat gambar gambar panas Ariel Tatum yg semi nude. Ariel Tatum sedikit panik, karena ia tak menyangka harus bertemu tiga orang itu, tadinya ia akan sedikit "merayu" ketua jurusan seandainya ia akan kena sanksi ..tapi sekarang..?

"silakan duduk " kata pak benny
"pagi pak..." jawab Ariel Tatum dan duduk

"Tatum...kamu dipanggil kemari sehubungan dengan gambar kamu yg dimuat di majalah ini , kamu tahu ini bisa mencoreng nama baik kampus ini.." kata pak benny.

"tapi pak...gambar ini punya estetika seninya , bukan gambar tabloid murahan..apalagi majalah ini punya reputasi yang bagus..." Ariel Tatum membela diri

"meski begitu bukan berarti kamu bisa bebas seperti ini , ingat reputasi terhormat kampus kita, apalagi dimana kamu kuliah tertulis jelas disitu." kata pak lukas

Ariel Tatum menyadari bahwa percuma ia berdebat , ia pasti kalah. namun ia tetap mencari cara bagaimana ia bisa keluar dari masalah ini. Lisa berusaha menarik simpati mereka.

"maaf pak...sekarang ekonomi keluarga saya sedang bermasalah, sementara kebutuhan saya banyak terutama untuk membayar uang kuliah pak..." kata Ariel Tatum XXX sedikit memelas.

"tapi kan kamu bisa bilang...atau setidaknya mengajukan permohonan beasiswa..." kata pak aris
"maaf Tatum, namun demi nama baik kampus kita ..kamu bisa saja kami keluarkan " kata pak benny kemudian.

Ariel Tatum sedikit panik , ia sudah setngah jalan di fakultas hukum, ia tak mau jika harus berhenti di tengah jalan, dan menyia nyiakan tahun tahunnya.

"aduh...pak...tolong..saya mohon kebijaksanaannya......saya siap melakukan apa saja pak..." kata Ariel Tatum

ruangan itu mendadak sunyi. Lisa kemudian menyesali ucapannya , ia bisa merasakan ketiga mata lelaki itu memandanginya dengan penuh minat, keringat dingin keluar dari dahi lisa.

"kita bisa mempertimbangkannya kembali kok..tapi tentu saja sesuai kata kata kamu...kamu harus melakukan sesuatu"

"maksud bapak...?" Ariel Tatum mulai meduga apa yg ada di balik otak dosennya itu
"kamu terlihat sangat berbakat di majalah ini..sekarang....seberapa jauh kamu bisa memanfaatkan "bakat" kamu itu untuk menolong kuliah kamu...." kata pak benny sambil tersenyum nakal

Ariel Tatum mengerti maksud perkataan itu , ia memang tak punya banyak pilihan , namun ia juga sedikit enggan harus melayani ketiga dosen bejadnya ini.

"saya mengerti pak..tapi saya juga punya syarat..semuanya hanya dilakukan hari ini , di tempat ini dan tidak berlanjut ke hari atau waktu lain.." kata lisa

ketiga orang itu terlihat ragu , mereka saling memandang. Ariel Tatum tahu ia harus memanfaatkan keraguan mereka. Ariel Tatum pun berpindah tempat duduk ke sofa, disana ia sengaja memamerkan pahanya yg mulus, membuat ketiga pria ia itu menelan ludah.

"bagaimana pak setuju.....?" kata Ariel Tatum sambil membuka dua kancing blousenya dan menyibakan rambutnya ke belakang.

Pak benny org pertama yg menghampiri, celananya terlihat menggembung. Pak benny kemudian berlutut diantara kaki Ariel Tatum. Ariel Tatum XXX menyambutnya dengan melebarkan kakinya , ia membiarkan tangan pak benny menyusuri kaki dan pahanya sampai ke pangkal paha.

Pak lukas menyusul mendekati, dengan sedikit kasar ia meremas buah dada Ariel Tatum dan mencubit putingnya. sementara pak benny melepaskan rok mini dan Cd Ariel Tatum, ia terpana melihat keindahan vagina lisa yg tertutup sedikit rambut halus. Pak benny mendorong Ariel Tatum agar berbaring di sofa untuk kemudian ia menjilati vagina lisa penuh nafsu dengan jilatan yang hangat dan basah

"kamu cantik sekali Ariel Tatum...." kata pak lukas sambil melepas blouse Ariel Tatum dan branya
"dan ingat kamu .harus melakukan apa saja hari ini sesuai perintah kami.." kata pak lukas kemudian

Ariel Tatum kembali berkeringat dingin , kata kata pak lukas membuatnya berpikir , apakah ada yg lebih buruk dripada harus melayani nafsu bejad ketiga dosennya ini..?
"tapi...aahh.." Ariel Tatum tak dapat melanjutkan kata katanya, ketika pak lukas menyedot buah dadanay dengan kasar, sementara buah dada satunya jadi mainan pak aris.

serangan bersamaan pada tubuhnya menimbulkan efek yg luar biasa bagi Ariel Tatum, ini pertama kalinya ia harus melayani tiga pria sekaligus. Ariel Tatum merasakan ada sesuatu dalam tubuhnya yg siap meledak. Sementara bagai kelaparan pak benny masih menjilati vagina Ariel Tatum , tak lama kemudian lisa merasakan sesuatu yg hangat dan basah mengalir diantara kakinya, dan tubuhnya seolah kehilangan tenaga

rasa geli dan nikmat muncul ketika pak lukas menjilati seluruh tubuh Ariel Tatum, dari leher sampai perut, tangannya tak lepas dari buah dada Ariel Tatum. Ariel Tatum mencoba menikmati dan meresapi semua rangsangan yg ia dapatkan dari tiga org ini.

perlahan tapi pasti jilatan jilatan pak benny membuat Ariel Tatum mencapai kembali orgasme,

"aahh..ahhhh...pak...aauhhhh...." rintih Ariel Tatum tubuhnya kembali melemas

belum sempat Ariel Tatum mengumpulkan tenaga, tiba tiba pak benny bekata

"yahh..belum apa apa udah lemes.....sekarang kan baru kita mau mulai..."

Ariel Tatum terkejut melihat penis pak benny saat ia melepas celananya. besar dan panjang menegang, ia khawatir tak snggup menghadapinya, ia menggeleng dan sedikit protes..

"nanti dulu pak...bentar..saya masih lemas......bentar lagi..."

'hehehe..ingat perjanjiannya kan.....? apalgi kamu bilang harus hari ini dan saat ini juga..hehehe...siap atau enggak ya harus mau... hehehe.." kata pak benny tak mempedulikan perotes Ariel Tatum, lalu memasukan penisnya ke vagina Ariel Tatum, setiap inchi penis pak benny masuk sebuah kesakitan dirasakan Ariel Tatum, yg walau bukan virgin namun vaginanya masih sempit.
Ariel Tatum mengerang saat kepala penis menerobos masuk, namun ia sedikit tertolong oleh cairan yg keluar akibat rangsangan sebelumnya. Setelah beberapa lama . penis pak benny terlihat terbenam di dalam vagina Ariel Tatum, ia menggeram puas, ia kemudian mengatur posisi untuk siap menggenjot tubuh Ariel Tatum

Ariel Tatum menangis kesakitan saat gigi pak aris menggigit buah dadanya sampai lecet, namun belum juga penderitaannya berakhir pak lukas ikut ikutan menggigit buah dada lisa yg satunya, hingga kedua buah dadanya menjadi lecet

"awww..sakit...jangan..kasar kasar..pak...tolong....." ucap Ariel Tatum kesakitan

mereka berdua malah menjilati dan menyedot buah dada Ariel Tatum tepat dilkukanya, membuat Ariel Tatum menangis kesakitan.

menahan sakit Ariel Tatum XXX menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, ia menyesali perkataanya tadi . ia tak sengaja bicara seperti itu, bahwa ia siap melakukan apa saja. sedikit kesadaran membuatnya ia tiba tiba berontak.

Dengan penis yg masih menancap di vagina Ariel Tatum, benny berkata

'eeitt..mo kemana sayang....ingat kamu berjanji memberikan bakat kamu ke kita bertiga hehehehe..."
Ariel Tatum lemas tak berdaya, ia hanya bisa pasrah sekarang, ia tak menyangka akan menjadi begini.
Penderitaan Ariel Tatum makin bertambah saat tiba tiba pak benny mempercepat genjotannya, vagina Ariel Tatum terasa sangat sakit harus menerima beban di luar kapasitasnya. menit demi menit berlalu , menit menit penuh kesakitan bagi Ariel Tatum.

diantara rasa sakit Ariel Tatum merasakan cairan hangat mengalir diantara kakinya, sebentar lagi akan mencapai orgasme, pak lukas dan pak aris sudah melepaskan mulutnya dari buah dada Ariel Tatum, namun mereka masih tetap meremas remas buah dada Ariel Tatum yg terlihat sudah memar dan lecet.

Tiba tiba, pak benny mencabut penisnya dari vagina Ariel Tatum, sambil tiba tiba membalikan tubuh Ariel Tatum. Tanpa basa basi lagi ia menusukan penisnya ke anus Ariel Tatum. Ariel Tatum tak sempat menjerit karena, mulutnya telah disumpal oleh penis pak lukas dengan menahan sakit ia juga harus mengocok penis pak lukas dengan mulutnya, akhirnya karena tak tahan kesakitan Ariel Tatum akhirnya tak sadarkan diri. entah berapa lama Ariel Tatum pingsan namun ketika sadarkan diri , rasa sakit itu belum hilang , bahkan penis pak aris kini sedang menancap di vaginanya, di buah dadanya terasa cairan putih kental juga di mulutnya.

"hehehe.....sudah bangun sayang......tenang sebntar lagi bapak selesai kok.." kata pak aris.

Ariel Tatum agak sedikit lega sampai tiba tiba pak lukas berkata,

"setelah ini kamu harus melayani kita bertiga sekaligus.....kalo sampe pingsan...kita akan panggil engkus satpam kampus untuk menikmati tubuh kamu juga ..hahahahah..."

Ariel Tatum terdiam lemas , lelah tak berdaya berharap hari ini cepat berlalu.

Instagram

Baca Juga Berita Heboh Hari Ini

loading...